PROPOSALPRAKTIKUM METOPEN“Analisis Sistem Pengelolaan Rekam Medis Rawat Inap

PROPOSAL

PRAKTIKUM METOPEN

“Analisis Sistem Pengelolaan Rekam Medis Rawat Inap RSUD Kota Semarang”

Instrukur : Parmadi Sigit P, SE, MM

 
   

Kelompok 4

Halijah A. Atamimi                 (14.10.2344)

Hilda Damayanti                     (14.102345)

Ibnu Hajar Muttaqin               (14.10.2346)

Ika Nurhiziryati                       (14.10.2347)

Linda Nurjanah                       (14.10.2415)

Meilina                                    (14.10.2354)

Nia Sintiani                             (14.10.2355)

Via Sofiana                             (14.10.2368)

Yosefina M. T. Kewa             (14.10.2371)

 

G/KM/VI

 

KONSENTRASI SISTEM INFORMASI KESEHATAN DAN REKAM MEDIK

PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SURYA GLOBAL

YOGYAKARTA

2013

BAB I

PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG MASALAH

Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat. Pelayanan kesehatan paripurna adalah pelayanan kesehatan yang meliputi promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative.1 Dalam memberikan pelayanan kesehatan diharapkan rumah sakit dapat memberikan pelayanan yang berkualitas. Benjamin (1980) menyebutkan bahwa pelayanan kesehatan yang baik secara umum berarti memiliki rekam medis yang baik pula.2 Menurut Kementerian Kesehatan (1982) menyatakan bahwa pada beberapa Negara maju, Badan Organisasi Akreditasi Rumah Sakit, mengganggap bahwa rekam medis sangat penting dalam mengukur mutu pelayanan medis yang diberikan oleh rumah sakit beserta staf medisnya.3 Salah satu parameter untuk menentukan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit adalah data atau informasi dari rekam medis yang baik dan lengkap. Indikator mutu rekam medis yang baik adalah kelengkapan isi, akurat, tepat waktu dan pemenuhan aspek persyaratan hukum.4 Oleh sebab itu dalam mengelolan rekam medis, setiap rumah sakit selalu mengacu kepada pedoman atau petunjuk teknis pengelolaan rekam medis yang dibuat oleh rumah sakit yang bersangkutan. Pengelolaan rekam medis di rumah sakit adalah untuk menunjang tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya mencapai tujuan rumah sakit, yaitu peningkatan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Dalam pengelolaan rekam medis untuk menunjang mutu pelayanan bagi rumah sakit, pengelolaan rekam medis harus efektif dan efisien.

Dari hasil survey pendahuluan didapatkan bahwa pengelolaan rekam medis di RSUD Kota Semarang belum berjalan optimal (Permenkes No. 269/MENKES/PER/III/2008 pasal 15), yaitu pengelolaan belum sesuai dengan tatakerja dan organisasi sarana pelayanan kesehatan. Terbukti dari dokumen rekam medis tidak tepat waktu dan tidak lengkap. Sekitar 12 dokumen RM tidak tepat waktu dan 15 dokumen RM tidak lengkap (50%) dari 30 dokumen per hari yang masuk ke bagian assembling tidak lengkap, penulisan dokter tidak spesifik dalam diagnosa sehingga menyulitkan petugas, human error pada miss file atau tata letak berkas rekam medis yang mengakibatkan kesalahan dalam pengambilan berkas rekam medis. Keadaan ini akan mengakibatkan dampak bagi intern rumah sakit dan ekstern rumah sakit, karena hasil pengolahan data menjadi dasar pembuatan laporan intern rumah sakit dan laporan ekstren rumah sakit karena laporan ini berkaitan dengan penyusunan berbagai perencanaan rumah sakit, pengambilan keputusan oleh pimpinan khususnya evaluasi pelayanan yang telah diberikan yang diharapkan hasil evaluasinya akan menjadi lebih baik. Terlebih lagi jika informasi itu dipakai oleh departemen kesehatan hasil yang diperoleh tidak akan mengenai sasaran bagi rumah sakit dan departemen kesehatan. Oleh karena itu data yang diperoleh harus sesuai fakta, lengkap, serta dapat dipercaya agar menjadi sebuah informasi yang berupa laporan yang akurat, lengkap dan tepat waktu.5 Dan kurangnya pelatihan dan sarana prasaran dalam menunjang kegiataan pengelolaan rekam medis. Tujuan dari dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem pengelolaan rekam medis pasien rawat inap di RSUD Kota Semarang.

  1. PERTANYAAN PENELITIAN

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka didapatkan rumusan masalah yaitu “ Bagaimana proses sistem pengelolaan rekam medis rawat inap rumah sakit umum daerah kota semarang ?”.

  1. TUJUAN PENELITIAN
  1. Tujuan Umum

Mengetahui sistem pengelolaan rekam medis pasien rawat inap di RSUD Kota Semarang.

  1. Tujuan Khusus
    1. Mengetahui kegiatan pengelolaan rekam medis pasien rawat inap
    2. Faktor-faktor yang mendorong sistem pengelolaan rekam medis pasien rawat inap
    3. MANFAAT PENELITIAN
      1. Bagi Rumah Sakit

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dalam pelaksanaan sistem pengelolaan rekam medis yang sesuai dengan kebutuhan dan prosedur rumah sakit sehingga menunjang terjadinya pelayanan yang tertib dan terkendali.

 

 

 

  1. Bagi Instansi Pendidikan
    1. Dapat menambah kepustakaan, wawasan dan informasi bagi perkembangan ilmu pengetahuan
    2. Dapat dijadikan sebagai tambahan pustaka dan referensi untuk mendukung peneliti selanjutnya yang melakukan penelitian serupa.
  2. Bagi mahasiswa
    1. Menambah wawasan, pengetahuan, pengalaman, dan gambaran tentang sistem pengelolaan rekam medis pasien rawat inap di rumah sakit.
    2. Dapat menerapkan dan mempraktekkan secara langsung teori-teori yang diperoleh selama perkuliahan.
  3. Subek penelitian
  1. FOKUS PENELITIAN

Subyek penelitian ini adalah koordinator di masing-masing bagian assembling, koding, indeksing, filling dan analising.

  1. Obyek penelitian

Sistem pengelolaan rekam medis pasien rawat inap RSUD Kota Semarang.

  1. Lokasi penelitian

Penelitian dilaksanakan di unit rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang.

  1. Waktu penelitian

Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2012

  1. KEASLIAN PENELITIAN

 

  1. Johson. Tinjauan Prosedur Koding Penyakit Pada Pasien Rawat Inap dalam menghasilkan 10 Penyakit terbesar di Royal International Hospital Jakarta Triwulan 1 2007. Skripsi tidak diterbitkan. Jakarta: Program studi perekam medis dan informasi kesehatan Fakultas ilmu kesehatan Universitas Esa Unggul, 2007.

 

  1. Boekitwetan, Paul. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Mutu Rekam Medis Instalasi Rawat Inap Penyakit Dalam RSUP Fatmawati Jakarta. Tesis tidak diterbitkan. Jakarta: Program Pascasarjana UI, 1996.

 

  1. Ria Yudha Permata Ratmanasuci. Analisis Kelengkapan Pengisian Dokumen Rekam Medis Rawat Inap di RSUD Kota Semarang tahun 2008. Skripsi tidak diterbitkan. Semarang: Program SI FKM UNDIP, 2008.

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

  1. LANDASAN TEORI
    1. Rumah Sakit

Istilah hospital konon berakar dari kata latin hostel yang biasa digunakan di abad pertengahan sebagai tempat bagi para pengungsi yang sakit, menderita dan miskin.

Menurut Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 983/Menkes/17/1992 tentang Pedoman Organisasi Rumah Sakit Umum adalah Rumah Sakit yang memberikan pelayanan kesehatan yang bersifat dasar, spesialistik dab subspesialistik, sedangkan klasifikasi didasarkan pada perbedaan tingkat menurut kemampuan pelayanan kesehatan yang dapat disediakan yaitu rumah sakit kelas A, B (pendidiksn dan non-pendidikan), kelas C dan kelas D.

Rumah sakit adalah suatu organisasi yang melalui tenaga medis profesional yang terorganisisr serta sarana kedokteran yang permanen menyelenggarakan pelayanan kesehatan, asuhan keperawatan yang berkesinambungan, diagnosis serta pengobatan penyakit yang diderita oleh pasien.

  1. Analisis Sistem Informasi

a)      Pengertian Analisis

Definisi analisis dari Roger S.pressman dalam buku software engineering (2001:272) adalah sebagai berikut :

“analisis requirement adalah sebuah peruses yang terbagi ke dalam lima tahap penting : pengenalan masalah, evaluasi masalah, permodelan, spesifikasi dan review yang bertujuan untuk memberikan gambarantentang model data fungsi dan sifat yang dimiliki oleh perangkat lunak.

b)      Pengertian Sistem

“Sistem ialah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu”. (yogianto,1)

Sedangkan menurut Burd and Strater, ”Sistem dapat dirumuskan sebagai setiap kumpulan bagian-bagian atau subsistem-subsistem yang disatukan dan dirancang untuk mencapai suatu tujuan”.

Setelah memperhatikan beberapa teori mengenai sistem diatas, maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu.

c)      Pengertian Informasi

“Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan berarti bagi yang menerimanya”(yogianto,8).

Sedangkan menurut Goordon B.Davis,”informasi ialah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata atau dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan sekarang atau yang akan datang.

Dari beberapa teori diatas, dapat disimpulkan bahwa informasi adalah sekumpulan data yang telah mengalami proses pengolahan sehingga menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya.

d)     Pengertian Analisis Sistem

Analisis sistem ialah penguraian dari sustu system informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan. Kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan, sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya.

Sedangkan menurut Rilley M..J., “Analisis sistem merupakan suatu metedologi untuk menciptakan dan merancang atau membentuk sistem yang dapat diaplikasikan dari metode-metode ilmiah terhadap sistem-sistem.”

Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa analisis sistem merupakan penelahaan terhadap sistem yang berjalan untuk dilihat efektif dan efisiennya suatu sistem.

  1. Rekam Medik

a)      Pengertian Rekam Medik

Rekam Medik mengandung pengertian keterangan baik yang tertulis maupun terekan tentang : identitas, anamnesa, pemeriksaan fisik, laboratorium, diagnose segala pelayanan dan tindakan medic yang diberikan kepada paisen, dan pengobatan baik yang dirawat nginap, rawat jalan, maupun yang mendapatakan pelayanan gawat darurat.

 

b)      Kegunaan Rekam Medik

Rekam medik mengandung nilai/aspek :

1)      Administration (administrasi)

2)      Legal (Hukum)

3)      Financial (keuangan)

4)      Education (pendidikan)

5)      Document (dokumen)

Secara umum kegunaan system rekam medik sebagai berikut:

1)      Alat komunikaasi antar dokter dan tenaga ahli yang terlibat dalam pembicaraan pelayanan kesehatan.

2)      Dasar untuk merencanakan pengobatan/perawatan yang harus di berikan kepada seorang pasien .

3)      Bukti tertulis atas segala tindakan pelayanan perkembangan penyakit dan pengobatan selam pasien berkunjung/dirawat di rumah sakit.

4)      Bahan yang berguna untuk analisa, penelitian, dan evaluasi terhadap kualitas pelayanan yang di berikan kepada pasien.

5)      Melindungi kepentingan umum, pasien, petugas, kesehatan dan rumah sakit.

6)      Menyedikan data-data khusus yang sangat berguna untuk keperluan penelitian dan pendidikan.

7)      Dasar didalam perhitungan biaya pembayaran pelayanan medik pasien.

8)      Sumber ingatan yang harus didokumentasikan, serta sebagai bahan pertanggung jawaban laporan.

 

 

 

 

 

 

  1. KERANGKA TEORI
 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. KERANGKA KONSEP

 

                   
 

Pelayanan TPPRI 24 jam :

  1. SOP
  2. SDM

 

 

 

Kendala yang dihadapidalam hal jumlah tenaga, petugas di masing-masing bagian.

 

 

     
 
 
     
 
     

 

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

  1. JENIS PENELITIAN

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran deskripsi tentang suatu keadaan secara obyektif.

  1. SUBYEK PENELITIAN

Subjek dalam penelitian kualitatif ini terdiri dari sebelas orang yaitu informan utama dan informan triangulasi. Informan utama terdiri empat koordinator pengelolaan rekam medis rawat inap dimasing-masing bagian assembling, koding, indeksing, filling dan analising. Dan informan triangulasi terdiri dari tujuh orang yaitu kepala bagian pelayanan, kepala rekam medis, dokter, perawat, koordinator rekam medis, koordinator pengolahan data rekam medis, koordinator pelaporan.

  1. LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN

Penelitian dilaksanakan di unit rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang. Waktu Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2012

  1. VARIABEL PENELITIAN

Variabel dalam penelitian desktiptif kualitatif merupakan variabel tunggal (bebas). Variabel penelitian ini adalah “Sistem Pengelolaan Rekam Medis Rawat Inap”.

  1. DEFINISI OPERASIONAL

Input Pengelolaan Rekam Medis

  1. Alur pengelolaan rekam medis
  2. Sumber Daya Manusia
  3. Sarana dan Prasarana
  4. SOP (Prosedur Kerja)

 

 

Proses Pengelolaan Rekam Medis

  1. Kegiatan Assembling
  2. Kegiatan Koding&Indeksig
  3. Kegiatan Filling
  4. Kegiatan Analising
  1. TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Berdasarkan sumbernya penelitian ini menggunakan dua jenis data yaitu :

  1. Data Primer

Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari subyek penelitian dengan mengunakan alat pengukuran atau alat pengambilan data. Pengumpulan data primer dalam penelitian ini dilakukan dengan dua metode yaitu :

a)      Observasi

Observasi disebut juga dengan pengamatan yang merupakan hasil perbuatan jiwa secara aktif dan penuh perhatian untuk menyadari adanya rangsangan. Pengamatan dapat dilakukan dengan seluruh alat indera. Dalam penelitian ini peneliti melakukan pengamatan atau observasi langsung terhadap pelayanna TPPRI di RSUD Kota Semarang.

b)      Wawancara

Wawancara merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan tanya jawab atau dialog langsung antara pewawancara dengan responden.

  1. Data Sekunder

Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari pihak lain, tidak langsung dari subyek penelitiannya (Saryono, 2008). Data yang didapat tidak secara langsung dari obyek peneltian, peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain (Riwidikdo, 2007). Dokumentasi merupakan kegiatan mencari data atau variabel dari sumber berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda, dan sebagainya (Saryono, 2009). Studi dokumentasi merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara(Sugiyono, 2009).

Data sekunder dalam penelitian ini adalah data-data yang sudah tersedia dan dapat diperoleh melalui literatur, melihat dan mendengarkan. Pengumpulan data sekunder diperoleh dari pihak RS dan RM yang meliputi data berkaitan dan mendukung.

  1. INSTRUMEN PENELITIAN

Dalam penelitian ini,  pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan peneliti sebagai instrumen penelitian. Alasannya ialah bahwa, segala sesuatunya belum mempunyai bentuk yang pasti. Masalah, fokus penelitian, penghambat dan pendukung, bahkan hasil yang diharapkan, itu semua tidak dapat ditentukan secara pasti dan jelas sebelumnya (Nasution, 1998). Namun untuk lebih menguatkan data yang akan dicari peneliti menggunakan metode wawancara dan observasi.

  1. METODE ANALISIS DATA
    1. Reduksi data (Data Reduction)

Reduksi data menurut Milles dan Habberman dalam Sugyono (2008) adalah proses pemilihan, pemusnahan, perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan.

Dalam proses reduksi data pada penelitian ini memilah data hasil awawancara dan observasi dalam bentuk ringkasan.

  1. Penyajian data (data display)

Menurut Notoatmodjo (2002), penyajian data dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitui penyajian dalam bentuk teks, tabel, dan grafik. Penyajian dalam bentuk teks adalah penyajian data hasil penelitian dalam bentuk kalimat. Peyajian dalam bentuk tabel adalah suatu penyajian yang sistem matik dari pada data numerik yang gtersusun dalam kolom atau jajaran. Penyajian data dalam bentuk grafik adalah suatu penyajian data secara visual. Hasil dari penelitian ini kana disajikan dalam bentuk teks dan tabel.

  1. Penarikan kesimpulan

Makna-makna yang muncul dari data harus diuji kebenarannya. Penarikan kesimpuilan dalam penelitian ini dilakukan dalam pembahasan dan analisis (sugiyono, 2008).

 

 

 

 

  1. KEABSAHAN DATA

Dalam keabsahan penelitian, untuk menguji kredibilitas akan digunakan metode triangulasi.

  1. Triangulasi sumber

Atasan                                                 Sumber

 

 

                            Bawahan

Triangulasi sumber digunakan untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Data yang telah dianalisis oleh peneliti sehingga menghasilkan suatu kesimpulan selanjutnya dimintakan kesepakatan dengan tiga sumber data tersebut.

  1. Triangulasi teknik

 

Wawancara                                         Observasi

 

                     Kuesioner / Dokumen

Triangulasi teknik digunakan untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Misalnya data diperoleh dengan wawancara, lalu dicek dengan observasi .

  1. Triangulasi waktu

                                                     Siang                                   Sore

 

Pagi

Waktu juga sering mempengaruhi kredibilitas data. Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara di pagi hari pada saat narasumber masih segar, belum banyak masalah, kana memeberikan data yang lebih valid sehingga lebih kredibel. Untuk itu dalam pengujian kredibilitas data dapat dilakukan dengan cara pengecekan saat wawancara maupun observasi dalam waktu atau situasi yang berbeda.

Dalam penelitian ini, peneliti cenderung menggunakan triangulasi sumber yaitu informasi mengenai sistem pengelolaan rekam medis yang diperoleh dari empat koordinator pengelolaan rekam medis rawat inap dimasing-masing bagian assembling, koding, indeksing, filling dan analising. Dan informan triangulasi terdiri dari tujuh orang yaitu kepala bagian pelayanan, kepala rekam medis, dokter, perawat, koordinator rekam medis, koordinator pengolahan data rekam medis, koordinator pelaporan.

  1. KETERBATASAN PENELITIAN

Keterbatasan penelitian yang peneliti temukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Kemampuan dan pengetahuan dari peneliti yang masih kurang sehingga dalam penelitian kurang maksimal
  2. Kesulitan dalam menemui subyek penelitian dan infroman yang akan diwawancarai karen jadwal kerja yang padat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s